Perempuan Itu Namanya Khusna

00.34 0 Comments

Seminggu ini aku benar-benar sibuk dengan berbagai urusan, dari kerja, ngurus anak, ngerjakan tesis dan pindahan rumah. Tapi, aku yakin kepindahan rumahku di Perumahan Bukit Randuagung Indah (BRAI) Gresik akan menjadi awal kehidupan rumah tangganya yang bahagia, sakinah, mawaddah dan warahmah. Tidak ada lagi cek cok dengan ibu mertua dan kakak iparku. AKan kututup semua luka dan memulai hidup bahagia dengan suami dan anakku. SEmoga Allah selalu memberi ridho atas emua usahaku.  Dua orang ini pula yang menjadi penyemangat hidup.
Kendati sibuk dengan urusan rumah tangga, hatiku yang sudah kaku masih terhipnotis dengan teman adikku, Maratus Sholehah. Teman perempuan adikku bermain waktu SD dan SMP di Lumajang itu bernama Khusna. Masih ingat, dulu Khusna sering banget kabur dari rumah dan tidur di rumahku. Beberapa kali, ibuku dilabrak habis-habisan oleh budenya Khusna. Adikku, aku dan keluargaku sudah mengubur dia rapat-rapat. Namun, kini dia kembali kabur dari rumahnya di Riau.
SEnin pagi (6/1/2015), Adikku mengabari jika Khusna ada di kosan. Aku kira dia hanya tidur di kosan. ternyata tidak, Adikku berkata jika dia habis diperkosa oleh kaki tangan bosnya. Kebetulan sebulan ini, Khusna yang dulu kaya raya jadi cleaning service di home stay. Orang tuanya bangkrut sehingga kini ayahnya jadi bos togel di Kepulauan Riau. Sebulan Khusna dibayar Rp 600 ribu, sehari dikasih uang makan sebesar Rp 20 ribu. Itulah yang membuat Khusna enggan melaporkan pemerkosaannya kepada polisi. Alasannya, kasihan bosnya. Padahal, yang memperkosa bukan bosnya tapi anak buah bosnya.Riua dan Yanti pun berusaha untuk membantunya lepas dari semua belenggu kehidupannya, tapi si Khusna menolak semua penawaran bantuan. SEdangkan, akibat pemerkosaan itu, Khusna tak bisa jalan dan harus dipapah oleh Adikku.
Meski hanya berkomunikasi lewat telepon, aku tetap berkonsultasi dengan Yanti, Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) RS Bhayangkara Polda Jatim. Seminggu ini memang aku tidak bisa riwa riwi, aku fokus dengan pindah rumah dan liputan korban AirAsia.
Dari cek visum oleh dokter kandungan, alat kelamin Khusna positif terinfeksi penyakit. Jika lima hari tak sembuh, maka dia akan dicek HIV/AIDS. Awalnya, saya berpikir jika infeksi itu akibat proses pemerkosaan. Namun, dokter kandungan yakin jika dia sudah sering melakukan hubungan seks berkali-kali. Tentunya, pemerkosaan yang dikatakannya itu dilakukan dengan sangat tragis hingga membuatnya badannya panas seharin. Entah apa pekerjaannya selain cleaning service hingga akhirbnya alat kelaminya terkena infeksi.
Melihat kondisinya yang parah, awalnya aku ingin Adikku merawatnya. SEdangkan, aku berusaha supaya orang tuanya di Riua menjemputnya segara. Toh dia adalah teman lamanya. Namun, Khusna tak mau kembali ke orang tuanya. Kedua orang tuaku juga menolak adikku merawat. Karena adikku sedang UASnya. APalagi, Khusna memang tak mau diatur. SEmua saran kami dipentahkan. Yanti, Aku dan Adikku sudah tak sangguh merawatnya. Jika melihat kami yang ada cuma satu tatapan kebencian. Hingga, akhirnya Khusna minta untuk dikembalikan di rumah bos. Saat kami mengembalikan Khusna, bosnya justru mengusirnya. Menurut bosnya, Khusna wanita nakal. Tiap malam pulang pukul 02.00 dan malas bekerja. Tapi, kami bicara jika kami bukan keluarganya. Akhirnya, bos itu menerima Khusna dengan terpaksa. Kendati kesal dengan kekeras kepalanya, aku masih berpikir kondisinnya. Lagi apa dan bagaimana dia?


Graha Pena,Rabu, 07 Januari 2015



0 komentar: